Bandung, 18 Februari 2026 – Memasuki tahun 2026, tren ibadah umrah di Indonesia menunjukkan pergeseran ke arah pengalaman yang lebih reflektif dan bermakna. Menyikapi perkembangan tersebut, Khalifah Tour memberangkatkan 107 orang jemaah program Umrah Tasyakur pada 7 Februari 2026. Khalifah Tour mengangkat konsep Umrah Tasyakur sebagai bagian dari pendekatan ibadah yang menekankan pemaknaan spiritual, pendampingan personal, dan refleksi perjalanan hidup. Adapun program ini berlangsung selama 9 hari dengan pendampingan utama dari Ustad Wijayanto, Direktur Utama Khalifah Tour Rustam Sumarna, dan 7 orang pendamping lain. Selain itu, program yang telah berjalan sejak 2015 ini juga merupakan bentuk Syukur Khalifah Tour atas 21 tahun perjalanan bisnisnya.
Direktur Utama Khalifah Tour Rustam Sumarna mengatakan, “Program Umrah Tasyakur merupakan perjalanan ibadah yang sangat spesial bagi kami, karena merupakan wujud aktif apresiasi dan rasa Syukur Khalifah Tour kepada Jemaah. Adapun Umrah Tasyakur kami siapkan sedemikian rupa, dengan menekankan customer experience-based journey pada setiap aktivitas di programnya. Selain itu, Umrah Tasyakur juga menjadi wadah bagi jamaah untuk kebutuhan refleksi diri dan menambah pengalaman ibadah yang lebih personal, sehingga setiap jamaah dapat merasakan makna ibadah secara lebih utuh. Ke depan, diharapkan program ini akan terus berlanjut dan kian memperkuat kepercayaan jemaah di Indonesia akan pendampingan perjalanan ibadah umrah yang lebih sarat makna.”
Pada keberangkatan ini, seluruh jemaah akan didampingi oleh sembilan orang pendamping. Terdiri dari tiga orang ustadz pembimbing, tiga orang tour leader, dan tiga orang muthawif berpengalaman. Skema pendampingan ini disiapkan untuk memastikan kualitas bimbingan ibadah sekaligus kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian perjalanan umrah.
Selain pelaksanaan ibadah utama, jemaah juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual penting. Salah satunya adalah Raudhah di Masjid Nabawi, area yang dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa dan menjadi ruang bagi jemaah untuk memperbanyak zikir serta refleksi diri dalam suasana yang khusyuk.
Agenda perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke sejumlah situs bersejarah, seperti Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta Jabal Nur, Jabal Tsur, dan pemakaman Ma’la. Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejarah awal Islam dan menjadi penanda penting perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Melalui kunjungan ke tempat-tempat tersebut, jemaah diajak memahami konteks sejarah dan nilai-nilai perjuangannya.
“Pendekatan sejarah Islam melalui ziarah ini diharapkan dapat memperkaya pemaknaan ibadah umrah, tidak hanya sebagai rangkaian ritual, tetapi juga sebagai pengalaman pembelajaran spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Rustam.
Kemudian, jemaah Umrah Tasyakur juga dijadwalkan mengikuti city tour ke Kota Yanbu dan Al Badr. Kedua kota tersebut memiliki nilai historis penting dalam sejarah Islam, di mana Yanbu dikenal sebagai salah satu jalur strategis pada masa awal dakwah, sementara Al Badr merupakan lokasi Perang Badar yang sarat makna keteguhan iman dan persatuan umat.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman jemaah terhadap konteks sejarah dan nilai-nilai perjuangan Islam, sehingga perjalanan umrah tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masa kini,” kata Rustam.
Adapun pasca Pandemi COVID-19, Khalifah Tour telah memberangkatkan lebih dari 4.700 orang jemaah, dengan layanan pendampingan yang paling diminati adalah program Umrah Signature dan Umrah Comfort. Adapun hal ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas jemaah terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Seiring berkembangnya tren ibadah umrah di Indonesia pada 2026, perjalanan ke Tanah Suci semakin dipahami tidak hanya sebagai pelaksanaan ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Pendekatan ibadah yang lebih personal dan berimbang antara ritual dan pemaknaan spiritual dinilai mampu memberi dampak yang lebih berkelanjutan bagi kehidupan jemaah, bahkan setelah mereka kembali ke Tanah Air.
Tentang Kami
Khalifah Tour adalah penyelenggara perjalanan ibadah Haji, Umrah, dan Halal Tour yang berfokus pada pengalaman ibadah yang terarah, amanah, dan bermakna. Dengan pendekatan pendampingan yang terstruktur serta layanan yang mengutamakan kenyamanan dan transparansi, Khalifah Tour berkomitmen menghadirkan perjalanan yang tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga memberi ruang refleksi spiritual bagi setiap jemaah.
Berbasis di Indonesia, Khalifah Tour terus mengembangkan program perjalanan yang adaptif terhadap regulasi, dinamika industri, serta kebutuhan jemaah modern, dengan tetap menjaga nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam setiap layanan.
Kontak Media
PT Citraceria Usaha Khalifah (Khalifah Tour)
Phone: (+62) 813 21140246
Website: www.khalifahtour.com
Instagram: @khalifahtour
Tiktok: @khalifahtour
Direktur Utama Khalifah Tour Rustam Sumarna mengatakan, “Program Umrah Tasyakur merupakan perjalanan ibadah yang sangat spesial bagi kami, karena merupakan wujud aktif apresiasi dan rasa Syukur Khalifah Tour kepada Jemaah. Adapun Umrah Tasyakur kami siapkan sedemikian rupa, dengan menekankan customer experience-based journey pada setiap aktivitas di programnya. Selain itu, Umrah Tasyakur juga menjadi wadah bagi jamaah untuk kebutuhan refleksi diri dan menambah pengalaman ibadah yang lebih personal, sehingga setiap jamaah dapat merasakan makna ibadah secara lebih utuh. Ke depan, diharapkan program ini akan terus berlanjut dan kian memperkuat kepercayaan jemaah di Indonesia akan pendampingan perjalanan ibadah umrah yang lebih sarat makna.”
Pada keberangkatan ini, seluruh jemaah akan didampingi oleh sembilan orang pendamping. Terdiri dari tiga orang ustadz pembimbing, tiga orang tour leader, dan tiga orang muthawif berpengalaman. Skema pendampingan ini disiapkan untuk memastikan kualitas bimbingan ibadah sekaligus kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian perjalanan umrah.
Selain pelaksanaan ibadah utama, jemaah juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual penting. Salah satunya adalah Raudhah di Masjid Nabawi, area yang dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa dan menjadi ruang bagi jemaah untuk memperbanyak zikir serta refleksi diri dalam suasana yang khusyuk.
Agenda perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke sejumlah situs bersejarah, seperti Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta Jabal Nur, Jabal Tsur, dan pemakaman Ma’la. Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejarah awal Islam dan menjadi penanda penting perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Melalui kunjungan ke tempat-tempat tersebut, jemaah diajak memahami konteks sejarah dan nilai-nilai perjuangannya.
“Pendekatan sejarah Islam melalui ziarah ini diharapkan dapat memperkaya pemaknaan ibadah umrah, tidak hanya sebagai rangkaian ritual, tetapi juga sebagai pengalaman pembelajaran spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Rustam.
Kemudian, jemaah Umrah Tasyakur juga dijadwalkan mengikuti city tour ke Kota Yanbu dan Al Badr. Kedua kota tersebut memiliki nilai historis penting dalam sejarah Islam, di mana Yanbu dikenal sebagai salah satu jalur strategis pada masa awal dakwah, sementara Al Badr merupakan lokasi Perang Badar yang sarat makna keteguhan iman dan persatuan umat.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman jemaah terhadap konteks sejarah dan nilai-nilai perjuangan Islam, sehingga perjalanan umrah tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masa kini,” kata Rustam.
Adapun pasca Pandemi COVID-19, Khalifah Tour telah memberangkatkan lebih dari 4.700 orang jemaah, dengan layanan pendampingan yang paling diminati adalah program Umrah Signature dan Umrah Comfort. Adapun hal ini mencerminkan kepercayaan dan loyalitas jemaah terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Seiring berkembangnya tren ibadah umrah di Indonesia pada 2026, perjalanan ke Tanah Suci semakin dipahami tidak hanya sebagai pelaksanaan ritual, tetapi juga sebagai ruang refleksi dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Pendekatan ibadah yang lebih personal dan berimbang antara ritual dan pemaknaan spiritual dinilai mampu memberi dampak yang lebih berkelanjutan bagi kehidupan jemaah, bahkan setelah mereka kembali ke Tanah Air.
Tentang Kami
Khalifah Tour adalah penyelenggara perjalanan ibadah Haji, Umrah, dan Halal Tour yang berfokus pada pengalaman ibadah yang terarah, amanah, dan bermakna. Dengan pendekatan pendampingan yang terstruktur serta layanan yang mengutamakan kenyamanan dan transparansi, Khalifah Tour berkomitmen menghadirkan perjalanan yang tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga memberi ruang refleksi spiritual bagi setiap jemaah.
Berbasis di Indonesia, Khalifah Tour terus mengembangkan program perjalanan yang adaptif terhadap regulasi, dinamika industri, serta kebutuhan jemaah modern, dengan tetap menjaga nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam setiap layanan.
Kontak Media
PT Citraceria Usaha Khalifah (Khalifah Tour)
Phone: (+62) 813 21140246
Website: www.khalifahtour.com
Instagram: @khalifahtour
Tiktok: @khalifahtour
WhatsApp 022-8888 5617
info@khalifahtour.com