Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari, dikenal luas dengan sebutan Imam Bukhari, lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H atau 21 Juli 810 M. Beliau adalah seorang ahli hadits yang termahsyur diantara para perawi hadits lainnya, bahkan dalam buku fiqih dan hadits, hadits-haditsnya memiliki derajat yang paling tinggi. Ia diberi julukan sebagai Amirul Mukminin Fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam ilmu hadits). Hampir seluruh ulama di dunia merujuk kepada nya. Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab Ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara' dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Ada cerita menarik dibalik makam Imam Bukhari. Saat itu presiden pertama Indonesia, Soekarno, diundang Pemerintah Uni Soviet untuk datang ke Moskow. Soekarno menghendaki undangan pemerintah Uni Soviet dengan satu syarat yang mengejutkan pihak Uni Soviet, yaitu temukan makam Imam Bukhari karena Soekarno ingin ziarah ke makam tersebut. Karena merasa ingin sekali Soekarno hadir ke negaranya, maka mulailah digalakkan pencarian makam Imam Bukhari sampai akhirnya ditemukan dengan kondisi makam yang tidak terawat dan berada di semak belukar. Kemudian Pemerintah Uni Soviet melakukan pemugaran untuk menyambut kedatangan Soekarno. Soekarno dalam penghormatannya pada Imam Bukhari, saat di depan pintu masuk makam Soekarno melepas sepatunya dan berjalan merangkak hingga makam Imam Bukhori lalu memanjatkan doa, dilanjutkan sholat serta membaca Quran.
Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam di seluruh dunia. Di kompleks yang menempati wilayah yang luas, ada mausoleum, masjid, hotel untuk turis dan peziarah, toko cinderamata dan literatur keagamaan. Pintu masuk ke kompleks melalui portal pintu masuk, dilengkapi dengan gerbang berukir. Di kedua sisi pintu masuk utama ke piring peringatan dengan tulisan Arab dan Latin untuk membangun kompleks. Di poros tengah kompleks berdiri makam Imam Bukhari dalam bentuk prisma persegi panjang, bujur sangkar pada area dasar setinggi 9×9 meter setinggi 17 meter. Kubah mausoleum bergaris ganda, dihiasi ubin biru. Dindingnya dihiasi dengan mosaik, majolica, alabaster, onyx dan granit, dengan pola bunga dan geometris. Di tengah makam onyx hijau muda.
Di sisi kiri halaman terletak sebuah masjid, “honaka” dan galeri seluas 786 M persegi yang dapat menampung hingga 1500 jamaah. Di sebelah kanan memiliki perpustakaan dan museum dengan contoh buku tulisan tangan yang langka dan litograf tentang teologi Islam, hadiah, pejabat pemerintah dari berbagai negara, termasuk bagian dari “kisva” – ditutupi dengan Ka’bah di Mekah, yang merupakan peringatan kunjungan Raja Arab Saudi. Di halaman adalah pusat pelatihan untuk studi hadis. Di tengah halaman adalah kolam – “Hauz” dengan pohon-pohon kuno, di sampingnya merupakan sumber air yang jernih.
Ada cerita menarik dibalik makam Imam Bukhari. Saat itu presiden pertama Indonesia, Soekarno, diundang Pemerintah Uni Soviet untuk datang ke Moskow. Soekarno menghendaki undangan pemerintah Uni Soviet dengan satu syarat yang mengejutkan pihak Uni Soviet, yaitu temukan makam Imam Bukhari karena Soekarno ingin ziarah ke makam tersebut. Karena merasa ingin sekali Soekarno hadir ke negaranya, maka mulailah digalakkan pencarian makam Imam Bukhari sampai akhirnya ditemukan dengan kondisi makam yang tidak terawat dan berada di semak belukar. Kemudian Pemerintah Uni Soviet melakukan pemugaran untuk menyambut kedatangan Soekarno. Soekarno dalam penghormatannya pada Imam Bukhari, saat di depan pintu masuk makam Soekarno melepas sepatunya dan berjalan merangkak hingga makam Imam Bukhori lalu memanjatkan doa, dilanjutkan sholat serta membaca Quran.
Berkat jasa Soekarno, saat ini kompleks makam Imam Bukhari yang terletak di desa Hartang, sekitar 25 kilometer dari Samarkand, telah menjadi salah satu wisata umat Islam di seluruh dunia. Di kompleks yang menempati wilayah yang luas, ada mausoleum, masjid, hotel untuk turis dan peziarah, toko cinderamata dan literatur keagamaan. Pintu masuk ke kompleks melalui portal pintu masuk, dilengkapi dengan gerbang berukir. Di kedua sisi pintu masuk utama ke piring peringatan dengan tulisan Arab dan Latin untuk membangun kompleks. Di poros tengah kompleks berdiri makam Imam Bukhari dalam bentuk prisma persegi panjang, bujur sangkar pada area dasar setinggi 9×9 meter setinggi 17 meter. Kubah mausoleum bergaris ganda, dihiasi ubin biru. Dindingnya dihiasi dengan mosaik, majolica, alabaster, onyx dan granit, dengan pola bunga dan geometris. Di tengah makam onyx hijau muda.
Di sisi kiri halaman terletak sebuah masjid, “honaka” dan galeri seluas 786 M persegi yang dapat menampung hingga 1500 jamaah. Di sebelah kanan memiliki perpustakaan dan museum dengan contoh buku tulisan tangan yang langka dan litograf tentang teologi Islam, hadiah, pejabat pemerintah dari berbagai negara, termasuk bagian dari “kisva” – ditutupi dengan Ka’bah di Mekah, yang merupakan peringatan kunjungan Raja Arab Saudi. Di halaman adalah pusat pelatihan untuk studi hadis. Di tengah halaman adalah kolam – “Hauz” dengan pohon-pohon kuno, di sampingnya merupakan sumber air yang jernih.
WhatsApp 022-8888 5617
info@khalifahtour.com