Sang Proklamator Indonesia di Tanah Maroko

Sang Proklamator Indonesia di Tanah Maroko

Sang Proklamator Indonesia di Tanah Maroko

01-11-2019 13:30 Site Admin
Siapa yang tidak mengenal Soekarno? Seorang bapak proklamator dan menjadi presiden pertama Indonesia dari tahun 1945 hingga 1967. Keberanian, keteguhan hati, dan niat yang tulus demi Indonesia merdeka, tergambar jelas dalam tiap-tiap orasi yang ia lakukan. Menggerakkan seluruh rakyat Indonesia dalam satu keyakinan dan satu tujuan yang sama, yakni Indonesia merdeka. Namanya begitu masyhur di telinga seluruh rakyat Indonesia, bahkan di dunia. Sebut saja salah satu negara yaitu Maroko. Pemerintah Maroko menetapkan satu ruas jalan dengan nama Rue Soukarno (زنقة سوكارنو) atau jalan Soekarno di kota Rabat, Ibu Kota Maroko. Letaknya tepat berada di samping kantor pos terbesar di Maroko yang berada di pusat kota Rabat, Maroko. Kantor posnya sendiri berada di pusat kota, tidak jauh dari stasiun kereta Casa Voyager, tempat pemberhentian kereta api dari berbagai kota besar seperti Casablanca, Marakesh, dan Tangier.
 
Nama Jalan Soekarno diresmikan pada tahun 1960 oleh Raja Mohammed V dan dihadiri langsung oleh Soekarno yang saat itu sebagai Presiden RI. Sebelum berubah nama menjadi Rue Soukarno, nama jalan tersebut adalah Al-Rais Ahmed Soekarno. Penggunaan nama Soekarno sebagai nama salah satu ruas jalan di kota Rabat, Maroko, sebagai penghormatan atas jasa Soekarno saat mengumpulkan kekuatan negara-negara dunia ketiga dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung, Jawa Barat. Dalam Konferensi tersebut, terdapat komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan negara-negara terjajah dan hal itu lah yang sangat berkesan di hati para pemimpin negara-negara Afrika, salah satunya Maroko. Terbukti, setahun setelah diselenggarakannya KAA, tepatnya tanggal 2 Maret 1956, Maroko meraih kemerdekaannya dan pada hari itu pula Indonesia mendirikan Kantor Kedutaan Besar di Rabat. Indonesia pula yang menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negeri Magribi itu.

Selama ini, hubungan antara Indonesia dengan Maroko terbilang sangat baik. Salah satu hal yang membuktikan pernyataan tersebut adalah adanya pertukaran nama masing-masing negara bagi jalan utama di masing-masing negara. Misalnya di Jakarta, terdapat salah satu jalan utama yang bernama jalan Casablanca yang terbentang dari Tanah Abang hingga Kampung Melayu. Penamaan Casablanca ini diambil dari salah satu nama kota besar di Maroko, yakni Casablanca. Untuk melancarkan hubungan antar kedua negara, terdapat penetapan Visa on Arrival, yakni visa dapat diurus di negara tujuan, tanpa perlu menyiapkan sedari awal di negara asal, tentunya dalam waktu kunjungan yang telah ditentukan. Kemudian terdapat pembebasan visa bagi para pemegang paspor Indonesia yang hendak berkunjung ke Maroko selama 90 hari. Jadi kita tidak perlu repot-repot mengurus visa dan lain-lainnya. Cukup membawa paspor, mengisi formulir imigrasi, dan menyerahkannya ke counter imigrasi. Tunggu sampai petugas memberikan cap di paspor yang menandakan telah diizinkan untuk tinggal di wilayah Maroko selama 90 hari. Sangat mudah bukan?
Lanjutkan perjalanan Anda

Tour terdekat yang mungkin cocok

10D8N Halal Tour Aqsa — foto 1
Halal Tour Aqsa

10D8N Halal Tour Aqsa

  • Berangkat: 23 Des 2026 · 10 hari
  • Maskapai: Garuda Indonesia
  • Hotel Cairo: Raddison Blue Hotel ★★★★
  • Hotel Taba: Tolib Taba Hotel ★★★★
  • + hotel di Jerusalem, Amman
Mulai dariRp57,9 juta /orang