Bosphorus, Sang Pemisah Dua Benua

Bosphorus, Sang Pemisah Dua Benua

Bosphorus, Sang Pemisah Dua Benua

22-11-2019 14:44 Site Admin
Bosphorus merupakan sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Asia dengan Turki bagian Eropa. Selat ini pula yang menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Sejak zaman Yunani, Byzantium, dan Utsmani, selat Bosphorus telah menjadi pusat perbelanjaan rempah-rempah. Selat ini memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisarı dan Rumelihisarı. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Terdapat dua jembatan yang menyeberangi Selat Bosphorus, yang pertama adalah Jembatan Bosphorus yang memiliki panjang 1.074 meter an diselesaikan pada 1973. Yang kedua, Jembatan Fatih Sultan Mehmet dengan panjang 1.090 meter dan diselesaikan pada 1988 sekitar 5 km sebelah utara jembatan pertama.

Selat Bopshorus menjadi saksi sejarah kesuksesan umat muslim menaklukkan Konstantinopel. Saat itu, Kesultanan Utsmani dengan pemimpinnya bernama Sultan Mehmet II atau yang lebih dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih, sang penakluk, mampu menaklukkan Konstantinopel yang terkenal akan kekuatannya. Memiliki pengalaman perang yang mumpuni, pasukan Romawi memasang rantai-rantai besar melintangi selat Bosphorus agar kapal-kapal pasukan Sultan Mehmet II tak bisa melintas. Namun dengan kecerdasannya, pada tengah malam, Sultan Mehmet II bersama pasukannya memindahkan kapal-kapal perang yang berjumlah 70 kapal itu melalui darat, hingga melewati tempat rantai-rantai besar itu dipasang, kemudian dimasukkan lagi ke lautan. Sultan Mehmet II akhirnya berhasil menaklukkan Konstantinopel dengan menyerang titik lemah benteng disekeliling pasukan Romawi yang luasnya 21 KM yang terdiri dari dua lapis, lapis pertama setebal 2 meter dan lapis kedua setebal 4 meter. Selain itu, selat Bosphorus juga menjadi saksi bagaimana Istanbul menjadi Ibu Kota dari Kekaisaran Byzantium, Kekhalifahan Utsmani, dan Republik Turki, sebelum dipindahkan oleh Mustafa Kemal Ataturk ke Ankara pada 1937.
 
Menikmati keindahan Selat Bosphorus dapat dilakukan dengan Bosphorus Cruise. Terdapat berbagai pilihan tiket yang ditawarkan di dermaga, seperti short circle cruise, full bosphorus cruise, dan sunset cruise. Berada di kapal, pengunjung akan disajikan dengan berbagai macam pemandangan yang menakjubkan. Sebut saja Blue Mosque yang indah dan megah; Hagia Sophia yang merupakan museum peninggalan lintas Kekaisaran dan Kesultanan; Çamlıca Mosque yang merupakan masjid terbesar di Turki; Jembatan Fatih Sultan Mehmet yang menjadi jembatan penghubung antara 2 benua dan saat ini menjadi jembatan gantung terpanjang ke-19 di dunia; kemudian Istana Dolmabahce yang merupakan pusat administrasi utama Kekaisaran Ottoman; Istana Topkapi atau Topkapi Palace digunakan sekitar tahun 1465-1853 sebagai istana Kesultanan Utsmaniyyah; Maiden Tower yang berada di tengah-tengah selat yang sudah banyak berganti fungsi nya, seperti dijadikan musoleum pada tahun 341, menjadi pangkalan bea cukai lalu lintas perdagangan pada tahun 410, menjadi sebuah benteng kecil dan tempat mengintai, hingga pada tahun 1920-an dijadikan mercusuar dan akhirnya dijadikan restoran hingga saat ini; Masjid Ortakoy yang megah dengan tamannya yang indah; Benteng Rumeli Hisari yang dibangun pada tahun 1452 oleh Sultan Mehmed II untuk mengamankan Selat Bopshorus serta menghubungkan Kesultanan Utsmani Asia dan Eropa, dan sebagai pemotong selat Bosphorus untuk menahan dan mengawasi pasokan logistik di sekitar Konstantinopel; Perumahan yang menawan dan mahal.
Lanjutkan perjalanan Anda

Tour terdekat yang mungkin cocok

10D8N Halal Tour Aqsa — foto 1
Halal Tour Aqsa

10D8N Halal Tour Aqsa

  • Berangkat: 23 Des 2026 · 10 hari
  • Maskapai: Garuda Indonesia
  • Hotel Cairo: Raddison Blue Hotel ★★★★
  • Hotel Taba: Tolib Taba Hotel ★★★★
  • + hotel di Jerusalem, Amman
Mulai dariRp57,9 juta /orang