Khalifah Tour

Masjid Jami' Granada, Spanyol

Masjid Jami' Granada, Spanyol

05-12-2019 16:51 Site Admin
Masjid Jami’ Granada merupakan masjid pertama yang dibangun di  Granada setelah masa pemerintahan kerjaan islam Granada di Spanyol habis dengan diusirnya Sultan Muslim terakhir disana, Muhammad XII (Boabdil). Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mengusir sultan Arab itu tahun 1492, yang mengakhiri pemerintahan muslim selama 800 tahun di Spanyol Selatan. Kompleks masjid itu terletak di satu puncak bukit yang menghadap Pegunungan Siera Nevada dan istana Alhambra. Masjid ini diresmikan tanggal 10 Juli 2003 setelah masa pembangunan selama 20 tahun, pembangunannya menyedot dana sebesar 4,5 juta dollar dan didanai oleh Emir dari Sharjah, negara Maroko, Brunei, dan Malaysia.

Masjid ini memiliki desain minimalis dengan arsitektur gabungan antara Mezquita di Cordoba dan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem. Bagian tertinggi dari masjid ini merupakan sebuah menara putih yang berada tepat di ujung jalan Calle Espaldas de San Nicolas. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid yang berada di Granada. Bentuk mihrab masjid ini sekilas menyerupai dengan Mezquita Cordoba, dengan desain yang lebih sederhana. Warna emas mendominasi kubah mihrab lengkap dengan kaligrafi dan dekorasi berbentuk geometri. Sang arsitek, Renato Ramirez Sanchez, membagi kawasan masjid ini menjadi tiga bagian utama. Bagian utama tersebut terdiri dari ruang inti masjid, pusat budaya, dan taman. Bangunan yang paling mencolok dari masjid ini adalah menara putih bergaya Mudejar dan terlihat menjulang tinggi di antara bangunan lainnya. Dihiasi dengan kaligrafi Arab Kufi, seakan hendak menjelaskan keinginan mempertahankan identitas asli yang memang sudah mengakar di Distrik Albayzin. Sang imam harus menaiki 59 tangga untuk sampai ke menara. Lantunan azan dari menara ini akan langsung sampai ke Alhambra, istana termegah yang pernah dibangun umat islam di benua biru, Eropa, beberapa abad silam.

Mezquita Mayor de Granada, atau Masjid Jami’ Granada ini merupakan penantian dari warga muslim Granada setelah hampir lima abad mengidam-idamkan sebuah bangunan dengan pusat ibadah dan juga pengembangan pendidikan islam. Selama lima abad itu, identitas muslim dan semua yang berbau arab, baik bahasa, tradisi, makanan, sampai baju telah dilenyapkan. Namun dengan berdirinya masjid ini, seakan memberi harapan baru bagi umat muslim Granada. Pembangunannya pun terbilang cukup lama dikarenakan berbagai hambatan yang muncul seperti kontroversi dan penolakan dari pemerintah Granada selama hampir 22 tahun.