Khalifah Tour

Sejuta Sejarah di Istanbul, Turki

Sejuta Sejarah di Istanbul, Turki

01-11-2019 07:32 Site Admin
Turki, siapa yang belum mengenal salah satu negara pecahan Khalifah Utsmani ini? Turki merupakan sebuah negara besar di kawasan Eurasia dengan julukannya yaitu negara Transkontinental. Julukan tersebut diberikan pada Turki dikarenakan wilayahnya bercirikan lintas benua, yakni posisi nya berada pada benua eropa (3%) dan sebagian lainnya benua asia (97%) dengan Selat Borporus, Laut Marmara, dan Selat Dardanella sebagai pemisah.

Turki kaya akan sejarah. Terutama bagi peradaban islam. Salah satu sejarah yang paling terkenal terdapat pada kota terbesar di negara tersebut, yakni Istanbul. Istanbul merupakan kota terpenting dan terpadat di Turki. Meskipun ia bukan ibu kota, namun istanbul menjadi pusat perekonomian, budaya, dan sejarah dari negara tersebut. Awal mula, istanbul didirikan dengan nama Bizantium (660 SM) di sebuah tanjung kecil bernama Sarayburnu. Kemudian saat kekaisaran Romawi memerintah, Bizantium menjadi ibu kota dengan nama Konstantinopel (330 SM) selama hampir 16 abad, yaitu selama Kekaisaran Romawi (330-1204) dan Bizantium atau Romawi timur (1261-1453). Kota ini memiliki peran penting dalam perkembangan kekristenan sebelum akhirnya Romawi dan Bizantium ditaklukkan oleh Utsmaniyyah pada tahun 1453 dengan sosok pemimpinnya yang terkenal yaitu Mehmed II atau Muhammad al-Fatih (sang penakluk). Seorang pemimpin yang cakap dan memiliki kepakaran dalam bidang strategi perang, ilmu pengetahuan, matematika, dan menguasai enam bahasa saat berumur 21 tahun. Sejak saat itu, Konstantinopel dijadikan basis pertahanan islam serta tempat kedudukan kesultanan Utsmaniyyah.

Nama resmi Konstantinopel dipertahankan dalam dokumen-dokumen resmi dan cetakan mata uang logam. Namun ketika Republik Turki didirikan, pemerintah Turki merasa keberatan dengan penggunaan nama Konstantinopel dan meminta agar diganti dengan nama yang lebih umum, yakni Istanbul. Istanbul sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Istimbolin, yang berarti “dalam kota” atau “ke kota” atau berasal dari kata Stambol, yakni sebutan untuk Konstantinopel yang digunakan kaum Yunani dan Slavia dalam percakapan sehari-hari.