Khalifah Tour

Masjid Biru, Turki

Masjid Biru, Turki

01-11-2019 07:35 Site Admin
Salah satu diantara berjuta hal indah di negara Turki, adalah Blue Mosque. Sebuah masjid ikonik yang terletak di kota Istanbul Turki ini memiliki ciri khas berupa hiasan keramik-keramik berwarna biru yang menutupi dinding dan kubahnya. Masjid ini dibangun ketika Dinasti Ottoman menguasai Turki pada abad ke-14 dengan Sultan Ahmed I sebagai pemimpin di tahun 1603-1617. Konstruksi mulai dibangun pada tahun 16019, oleh salah satu arsitek terkenal pada saat itu, yakni Sedefhar Mehmed Aga dan selesai dibangun pada tahun 1616. Salah satu tujuan masjid ini dibangun adalah untuk menandingi bangunan Hagia Sophia buatan kaisar Byzantine yaitu Konstantinopel, yang berada satu blok dengan Masjid Biru.

Masjid Biru memiliki 6 menara dengan diameter kubah 23,5 meter dan tinggi kubah 43 meter, serta kolom beton berdiameter 5 meter. Menjadikannya salah satu masjid di Turki yang memiliki 6 menara selain Sabanci Central Mosque yang berada di Adana. Menurut legenda, Sultan Ahmed I meminta kepada Sedefhar Mehmed Aga untuk membuat menara yang terbuat dari emas. Kata emas dalam bahasa Turki adalah “altin”, sedangkan angka enam dalam bahasa Turki adalah “alti”. Ternyata sang arsitek salah mendengar dan ia mengira Sultan Ahmed I ingin memiliki masjid dengan 6 menara. Akhirnya dibuatlah Masjid Biru dengan 6 menara, bukan 4 menara yang terbuat dari emas. Sudah khawatir akan hukuman penggal yang akan diterimanya, ternyata Sultan Ahmed I justru terpukau dengan desain 6 menara yang unik itu. Meskipun setelahnya Sultan Ahmed I mendapat kritikan tajam dikarenakan jumlah menara yang sama dengan Masjidil Haram di Makkah saat itu. Akhirnya beliau menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidil Haram.

Masuk ke dalam kompleks masjid terbesar di Istanbul ini akan melewati taman bunga yang dilindungi pepohonan rindang. Sebuah tempat wudhu berderet di sisi depan masjid menyambut sebelum memasuki bagian dalam masjid. Untuk menghormati masjid, wisatawan diwajibkan memakai pakaian sopan saat memasuki ruang masjid. Wanita harus mengenakan kerudung dan terdapat penjaga yang selalu siap mengingatkan di depan pintu masuk. Bagi yang hendak menunaikan shalat maka dapat menggunakan shaft bagian depan karna memang shaft bagian depan hanya diperkenankan bagi mereka yang hendak shalat. Jika hanya ingin memandangi masjid dapat dilakukan di shaf bagian belakang.

Meskipun namanya Masjid Biru, namun jika hanya memandang dari luar masjid, tidak akan menjelaskan alasan penggunaan warna biru pada nama masjid. Namun jika memasuki bagian dalam masjid, barulah tampak bahwa interior masjid ini dihiasi oleh 20.000 keping keramik biru yang diambil dari tempat kerajinan keramik terbaik yang berada di daerah Iznik. Keramik yang menghiasi dinding masjid ini bermotifkan daun, utlip, mawar, anggur, bunga delima, atau motif-motif geometris. Terdapat banyak barang dan hadiah berharga di dalam masjid, termasuk Al-Quran bertuliskan tangan. Karpet sutera yang menutup lantai masjid berasal dari tempat pemintalan sutera terbaik. Lampu-lampu minyak yang terbuat dari kristal merupakan produk impor. Terdapat 260 jendela di dalam masjid yang menciptakan suasana teduh dan sejuk.

Salah satu hal menarik yang terdapat di Blue Mosque adalah, sebuah rantai besi berat yang dipasang di atas pintu gerbang masjid di sebelah barat. Pada saat itu, hanya Sultan Ahmed I yang boleh memasuki halaman masjid dengan mengendari kuda, dan rantai tersebut dipasang agar Sultan Ahmed I menundukkan kepalanya saat melintas masuk sebagai simbol kerendahan hati penguasa di hadapan kekuasaan Illahi.