Khalifah Tour

Marrakesh, Mutiara Dari Selatan

Marrakesh, Mutiara Dari Selatan

22-11-2019 09:32 Site Admin
Marrakesh, begitulah dunia luar mengenalnya. Dikenal sebagai “mutiara dari selatan”, ialah kota di barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Kota ini dibangun pada 1062 M oleh Yusuf bin Tasyfin atau Ibnu Tasyfin dari Dinasti Murabitun yang menguasai Maroko setelah tumbang nya kekuasaan Dinasti Fatimiah. Marrakesh menjadi kota terbesar kedua di Maroko setelah Casablanca. Penguasa Dinasti Murabitun memilih Marrakesh sebagai pusat pemerintahannya yang jauh dari gunung dan sungai dikarenakan berada di kawasan yang netral di antara dua suku yang bersaing meraih kehormatan menjadi tuan rumah di ibu kota baru itu.

Marrakesh sangat dikenal dengan sebutan “seven saint” atau tujuh orang suci. Dahulu, ketika sufisme sangat populer semasa kekuasaan Moulay Ismail, di Marrakesh sering diadakan festival “seven saints”. Pada 1147 M, Marrakesh diambil alih Dinasti Muwahhidun. Pada masa itu, bangunan penduduk dan ibadah dihancurkan. Namun, dinasti tersebut membangun ulang atau merekonstruksi seluruh bangunan, seperti pembangunan Masjid Koutoubia dan Menara Gardens yang sampai saat ini masih ada dan menjadi landmark kota Marrakesh. Pada 1269 M, Marrakesh diambil alih Dinasti Marrin dan ibu kota dipindah ke Fez. Dinasti ini sempat mengalami kemunduran pada 1274 M hingga 1522 M. Mulai tahun 1522 M, Saadians mengambil alih kekuasaan Marrakech. Kota Marrakech diubah kembali bergairah setelah dijadikan ibu kota Maroko Selatan. Pada akhir abad ke-16 M, Marrakech kembali mencapai kejayaannya. Secara budaya dan ekonomi, Marrakech menjadi kota terkemuka dan terdepan di Maroko. Saat itu jumlah penduduknya mencapai 60 ribu orang. Ibu kota sempat kembali pindah ke Fez saat Marrakech dikuasai oleh Sultan Maroko pada tahun 1669. Pada pertengahan abad ke-18, Sultan Muhammad III kembali membangun Marrakech.  Pada awal abad ke-20, Prancis banyak membangun bangunan bergaya Prancis. Ketika Maroko merdeka pada tahun 1956, Ibu kota kerajaan dipindahkan ke Rabat.

Saat ini, Marrakesh menjadi salah satu kota budaya yang dilindungi UNESCO. Di sana banyak berdiri masjid serta madrasah peninggalan masa kejayaan islam, antara lain : Masjid Koutoubia, Madrasah Ben Youssef, Masjid Casbah, Masjid Mansouria, Masjid Bab Doukkala, Masjid Mouassine, dan lainnya. Di kota ini juga banyak ditemukan bangunan istana peninggalan kejayaan Islam, seperti Istana El Badi, Royal Palace, serta Istana Bahia. Terdapat juga berbagai macam sentra kerajinan tangan serta museum, seperti museum Dar Si Saad, Museum Marrakech, Museum Bert Flint, dan Museum Islamic Art.